Showing posts with label bincang fotografi. Show all posts
Showing posts with label bincang fotografi. Show all posts

Wednesday, February 16, 2011

Laporan Pandangan Lensa Diskusi ONGKOSS 15 Februari 2011: "Melawan Mapan dengan Lubang Jarum"

Diskusi ONGKOSS kemarin (Selasa, 15 Februari 2011) yang berlangsung di Kedai Kopi Mata Angin, Jalan Bengawan 52, berlangsung menarik: santai layaknya sebuah omong kosong sore-sore di sela kopi yang hangat terhidang, tapi tetap sarat dengan makna. Dengan atmosfer pameran karya para pelubang jarum, obrolan yang dikemas dengan bingkai "Melawan Mapan Dengan Lubang Jarum" pun terasa pas, asyik, dan membumi.

Ada banyak pendapat yang dikemukakan. Tapi saya rasa rakan Deni Sugandi yang menjadi salah satu tokoh dan penggagas komunitas lubang jarum di Bandung, juga penggagas dan penggerak ONGKOSS, lebih tepat mengulas hasil pertemuan tersebut. Selain itu, saya masih agak sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan di kantor yang mesti segera diselesaikan (sebuah alasan yang sebenarnya - kalau boleh terus terang - mungkin cuma menutupi kemalasan saya untuk menulis akhir-akhir ini_ ^_^). Tapi, daripada tak berbicara sama sekali, mungkin tak ada salahnya saya membiarkan foto-foto dari pertemuan itu yang berbicara. Ini dia:















Asyik kan suasananya?

Tertarik ikut? Silakan datang ke pertemuan ONGKOSS berikutnya.

Salam ONGKOSS!

Sunday, February 13, 2011

DISKUSI FOTOGRAFI OMONG KOSONG SORE/Ongkoss "Melawan mapan dengan Lubang Jarum", 15 Februari 2011

Dalam rangkaian gelar karya “LUBANG JARUM LIANG LAHAT/Lejat”

http://www.facebook.com/event.php?eid=186664928018060

pameran bersama fotografi, mengundang wadya balad yang sedang jatuh cinta di bulan valentine ini, untuk bergabung dalam diskusi fotografi, yang juga menyoal urusan hati juga, sebagai berikut:

Hari/waktu
Selasa, 15 Februari 2011

Waktu
Pukul 16.00 WIB s/d 18.00 WIB

Tempat
Kedai Kopi Mata Angin/KKMA jalan Bengawan 52 Bandung

Sinopsis
Fotografi digital kini mudah, murah, akurat dan efektif, sehingga manusia berlaku sebagai operator saja. Saat ini, fotografi digital telah kehilangan tantangannya dan cenderung menempatkan pelakunya sebagai penekan shutter release saja, karena semuanya telah diatur oleh teknologi. Kreasi tercipta karena hitungan yang nyaris sempurna secara mekanis dan elektronis. Teknologi semakin memudahkan hasrat manusia untuk bergantung pada mekanisme dan hitungan matematis alat rekam ini.

Dimana posisi kita sebagai kreator? Bergantung kekuatan industri fotografi? Atau melawan? Apakah metode rekam fotografi lubang jarum bisa melawan? Perlawanan seperti apa?

Ongkoss?
Digagas oleh Deni Sugandi dan kawan-kawan, lahir prematur tanggal 7 Juni 2010 di Bandung, karena sedih semakin langkanya diskusi yang menyoal seputar fotografi.

Informasi
denisugandi@gmail.com, diskusiongkoss.blogspot.com